Langsung ke konten utama

Bersama 3 dosen

 Lisa baru saja mandi pagi, badannya saat ini terasa fresh. Senin pagi ini dia wajib menemui pak benny pimpinan jurusan fakultas hukum di kampusnya. Ia berusaha mengenakan baju serapih mungkin. diluar kebiasaanya ke kampus yg senantiasa mengenakan baju casual.

Lisa dapat menebak cepat atau lambat dia akan dipanggil oleh pihak kampus berkaitan dengan fotonya yg dilansir di subuah majalah spesial laki- laki.

Bayaran kuliah saat ini memang sangat mahal, terlebih usaha orang tuanya agak tersendat sehingga otomatis aliran duit juga tersendat. Beruntung seseorang kawan menawarinya pekerjaan jadi model di suatu majalah spesial laki- laki dewasa, syaratnya pasti saja wajib berani tampak hot.

Lisa menerima tawaran itu dan fotonya juga sering menghiasi majalah laki- laki dewasa, duit yg diterima nya juga lumayan cukup. Tetapi walaupun begitu, senantiasa saja penghasilannya belum lumayan penuhi segala kebutuhan hidup serta kuliahnya, oleh sebab itu di waktu luang dia pula jadi“ escort”.

Lisa berkaca buat terakhir kalinya, mengagumi badannya sendiri, rambut panjang, body sempurna serta buah dada yg membanggakan. Lisa tidak sempat mengenakan make up berlebih, dia memiliki kecantikan natural, kecantikan yg banyak membuat mata para lelaki terbelalak. Hari ini lisa terencana memakai rok gelap diatas lutut serta blouse putih yg ketat mencetak buah dadanya.

Ia datang di ruang pimpinan jurusan sedikit terlambat akibat macet. Lisa mengetuk pintu serta masuk, dia sedikit kaget sebab tidak hanya pak benny, disitu terdapat pak lukas pembantu rektor, serta pak aris dosen di fak hukum. Pada meja kerja pak benny tergeletak majalah berusia yg muat foto foto panas lisa yg semi nude.

Lisa sedikit panik, sebab dia tidak menyangka jiak berjumpa 3 orang itu, sebelumnya dia hendak sedikit “merayu” pimpinan jurusan seandainya dia hendak kena sanksi.. tetapi saat ini..?

“ silakan duduk” Selengkapnya di sini

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dosen Sexy

 Pada waktu tes tengah semester di warnai rintikan hujan disepanjang jalur yang mengarah ketempat itu, saat itu aku dipanggil ke rumah dosen perempuan yang masih agak muda, dekat 24 tahun. Tubuh dosen tersebut sangat menarik untuk di pandang, rambutnya pajang sebahu. Dia pula lulusan dari akademi ternama. Saya ke rumahnya karena saya dipanggil karena ia memohon untuk mengurus keperluannya. Ia hendak ke luar kota hari tersebut.  Malam harinya aku juga ke rumahnya dekat jam 8 malam. Dikala itu rumahnya cuma ada pembantu yang masih cantik. Suaminya kala itu belum kembali dari rapat di puncak. Otomatis keadaan rumah lagi hening, cuma wanita - wanita saja penghuninya. Dikala aku membuka pintu rumahnya, aku agak terbelalak sebab ia mengenakan gaun tidur yang tipis, sehingga nampak buah dada yang menyumbul keluar. Dikala aku perhatikan, ia nyatanya tidak mengenakan BH. Nampak dikala itu buah dadanya yang masih tegar berdiri, tidak turun. Putingnya pula nampak besar serta kemerahan, k...

Pengalaman Pesta yang sangat menyenangkan

Untuk menjaga kerahasiaan kami, kami sengaja merubah nama dan lokasi pertemuan kami, dan aku adalah seorang wanita yang menjelang menjadi setengah baya dan kini aku sudah berusia 34 tahun, panggil saja namaku SS, biar gampang panggil saja namaku Susan. Aku adalah orang asli Bandung. Teman sering bilang aku ayu dan cukup seksi dengan ukuran bra 34D, lingkar pinggang 27, dan celana nomor 32. Kini saatnya aku ingin menceritakan kisahku kepada pembaca sekalian, kisah yang terjadi beberapa saat lalu di Bogor. Aku bangun dari tidurku di atas sebuah ranjang ukuran king size. Cek selengkapnya di sini

Bersama Dengan Customer Cantikku

 Kisah ini berawal ketika aku sering ditugaskan kantorku keluar kota untuk mengikuti training, melakukan negosiasi dan maintenance pelanggan yang umumnya adalah perusahaan asing. Perkenalkan nama saya Tonma, 30 Tahun, berkeluarga dan tinggal di wilayah jakarta Jakarta Utara. Sebetulnya sejauh ini tidak ada yang kurang dengan keluarga dan profesiku sebagai orang marketing. Sebagai tenaga penjual dengan berbagai training yang pernah ku ikuti, aku tidak pernah kekurangan teman pria ataupun wanita. Dì mata ìstrìku aku adalah seorang suamì yang baìk, penuh perhatìan dan selalu pulang cepat ke rumah. Namun dì balìk ìtu, sebuah kebìasaan, yang entah ìnì sudah kebablasan, aku masìh suka ìseng. ìseng dalam artì awalnya cuma ìngìn memastìkan bahwa ìlmu marketìng ternyata bìsa dìterapkan dalam mencarì Apapun termasuk teman cewek Saya ada pelanggan bernama Minnie dia sering . . . Cek kelanjutannya di sini