Langsung ke konten utama

Mamahku yang Menggoda

Semenjak ia membuka usaha salon kecantikannya, Mamaku mulai kerap merubah style rambutnya dgn style yg up to date dan style rambut yg lagi ngetrend saat ini, apalagi Mamaku mewarnai rambutnya dgn warna yg agak kepirang pirangan. 

Nah John, gimana bagi kamu?, Aku wajib senantiasa memnerikan komentar kepada dirinya, 

"cantik, Mama nampak menawan" begitulah pendapatku. Saat ini akupun mulai menyadari, betapa cantiknya Mama ku ini. Mamaku berusia 35 Tahun ini, tingginya nyaris 173 centimeter kulitnya putih sedikit agak kelewatan dapat dibilang sebening cermin. So

"Sdh menawan ya he.. he..," tanyanya kembali padaku, sembari tersenyum simpul.

"Klo menurutku sih begitu Ma," jawabku. 

Penampilan sangat menawan bagi lelaki, paling penting karana ia jg mengenakan rok mini, serta saya kembali menyadari jika Mamaku ini memanglah nampak sangat Sexy. 

Kayaknya ia nampak hendak kencan, meski memanglah bukan perkencanan yg nampak sungguh- sungguh. Ya memanglah Mamaku merupakan orang tua tunggalku sejak ia melahirkan diriku. 

Mama memahami teman kencannya dari temannya yg bernama Paul, walupun begitu Mamaku jg tdk sangat sungguh- sungguh menjalaninya serta malah agak melindungi jarak dgn laki - laki sahabat kencannya tersebut. Umurku mulai beranjak 15 di tahun ini, serta kesimpulannya saya memperoleh izin dari Mamaku utk mengendarai sepeda motor. 

Mamaku membelikan motor utk ku, dgn pengertiannya, namun apabila nilai sekolahku kurang baik, motor cuma boleh terparkir di garasi saja. Bagiku dari hari ke hari Mamaku terus menjadi menawan saja, serta kayaknya saya jg baru saja hadapi kebutuhan yg sangat menekan yg memanglah dirasakan tiap orang anak laki di biasanya diumur segini. Sempat saya memandang Mamaku keluar dari kamar mandi dgn gaun tidur malamnya yg berwana merah bunga mawar, serta berdiri pas dibawah sinar lampu, yg membuatku bisa memandang dgn jelas menerawang kepada keelokan lekukan badan Mamaku. 

Toketnya nampak sangat indah sebab memanglah dibalik gaun tidur itu, Mamaku cuma mengenakan celana dalam saja, saya jg apat memandang puting susunya yg menyembul mendesak kain dari gaun tipis berwana merah yg lagi dikenakannya, serta kadang2 ia jg suka duduk di kursi dgn menempatkan kakinya di ujung meja utk memberi warna kukunya, dari kondisi itu saya bisa memandang jelas paha Mama hingga kadangkala nampak hingga ke CDnya. Cek selengkapnya di ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dosen Sexy

 Pada waktu tes tengah semester di warnai rintikan hujan disepanjang jalur yang mengarah ketempat itu, saat itu aku dipanggil ke rumah dosen perempuan yang masih agak muda, dekat 24 tahun. Tubuh dosen tersebut sangat menarik untuk di pandang, rambutnya pajang sebahu. Dia pula lulusan dari akademi ternama. Saya ke rumahnya karena saya dipanggil karena ia memohon untuk mengurus keperluannya. Ia hendak ke luar kota hari tersebut.  Malam harinya aku juga ke rumahnya dekat jam 8 malam. Dikala itu rumahnya cuma ada pembantu yang masih cantik. Suaminya kala itu belum kembali dari rapat di puncak. Otomatis keadaan rumah lagi hening, cuma wanita - wanita saja penghuninya. Dikala aku membuka pintu rumahnya, aku agak terbelalak sebab ia mengenakan gaun tidur yang tipis, sehingga nampak buah dada yang menyumbul keluar. Dikala aku perhatikan, ia nyatanya tidak mengenakan BH. Nampak dikala itu buah dadanya yang masih tegar berdiri, tidak turun. Putingnya pula nampak besar serta kemerahan, k...

Pengalaman Pesta yang sangat menyenangkan

Untuk menjaga kerahasiaan kami, kami sengaja merubah nama dan lokasi pertemuan kami, dan aku adalah seorang wanita yang menjelang menjadi setengah baya dan kini aku sudah berusia 34 tahun, panggil saja namaku SS, biar gampang panggil saja namaku Susan. Aku adalah orang asli Bandung. Teman sering bilang aku ayu dan cukup seksi dengan ukuran bra 34D, lingkar pinggang 27, dan celana nomor 32. Kini saatnya aku ingin menceritakan kisahku kepada pembaca sekalian, kisah yang terjadi beberapa saat lalu di Bogor. Aku bangun dari tidurku di atas sebuah ranjang ukuran king size. Cek selengkapnya di sini

Bersama Dengan Customer Cantikku

 Kisah ini berawal ketika aku sering ditugaskan kantorku keluar kota untuk mengikuti training, melakukan negosiasi dan maintenance pelanggan yang umumnya adalah perusahaan asing. Perkenalkan nama saya Tonma, 30 Tahun, berkeluarga dan tinggal di wilayah jakarta Jakarta Utara. Sebetulnya sejauh ini tidak ada yang kurang dengan keluarga dan profesiku sebagai orang marketing. Sebagai tenaga penjual dengan berbagai training yang pernah ku ikuti, aku tidak pernah kekurangan teman pria ataupun wanita. Dì mata ìstrìku aku adalah seorang suamì yang baìk, penuh perhatìan dan selalu pulang cepat ke rumah. Namun dì balìk ìtu, sebuah kebìasaan, yang entah ìnì sudah kebablasan, aku masìh suka ìseng. ìseng dalam artì awalnya cuma ìngìn memastìkan bahwa ìlmu marketìng ternyata bìsa dìterapkan dalam mencarì Apapun termasuk teman cewek Saya ada pelanggan bernama Minnie dia sering . . . Cek kelanjutannya di sini